Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Jumat, 18 Agustus 2017

Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa



UJI EFEKTIFITAS HIDROLISIS MURNI (AQUADES) DENGAN HIDROLISIS ASAM (H2SO4) PADA  SUBSTRAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SEKAM PADI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL

 


Minyak bumi merupakan salah satu kebutuhan penting dalam sektor industri, transportasi maupun rumah tangga. Saat ini, kebutuhan minyak bumi nasional lebih dari 1,2 juta barel per hari (Esdm.Go.id, 2012). Pemerintah menyatakan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya bertahan sampai 10 tahun lagi (Daniel, 2012). Oleh karena itu, Pemerintah mentargetkan pada tahun 2025 kebutuhan energi nasional akan disediakan oleh energi baru dan terbarukan sebanyak 17%, sedangkan sisanya masih tergantung pada minyak 20%, gas 30% dan batubara 33% (Perpres No. 5/2006).

Bentuk energi baru dan terbarukan yang saat ini telah diaplikasikan adalah bioethanol. Bioethanol dapat diperoleh dari beberapa komoditas pertanian yang mengandung karbohidrat seperti gula sederhana, pati dan lignoselulosa (seperti rumput, kayu pohon atau jerami) (Kadam et al., 2000). Pada umumnya pembuatan bioethanol yang telah diaplikasikan berbahan dasar pati singkong (Budiyanto et al., 2005). Akan tetapi, penggunaan singkong sebagai bahan baku pembuatan bioethanol memiliki permasalahan, yaitu berdaya saing dengan pangan karena singkong dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. Selain itu, penanaman singkong secara besar-besaran pada lahan produktif mengakibatkan penurunan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan alternatif penganti singkong dalam produksi bioethanol.
Produksi bioethanol dapat dihasikan dari limbah pertanian maupun limbah perkebunan. Sekam padi merupakan limbah pertanian yang ketersediaan cukup produktif. Sekam padi selama ini belum dimanfaatkan sebagai produksi bahan bakar. Sekam padi terbukti mengandung lignin 17-20%, alfa-selulosa 43-44%, pentose 27%, hemiselulosa 34 %, abu 0,7-4,0 %, dan silica 0,2 % (Somaatmadja, 1980). Pada komoditas lain juga diketahui tandan kosong kelapa sawit  merupakan limbah perkebunan yang melimpah yaitu sekitar 6,75 ton/ha tiap tahun (Somaatmadja, 1980). Tandan kosong mengandung kadar air 32,40-11,35 %, protein kasar 1,70-7,26 %, lemak 0,38-29,04 %, ekstrak nitrogen bebas 24,70-38,79 %, serat 31,37-49,92 %, pentose 16,94 -21,95 %, selulosa 34,34-43,80 %,  dan lignin 21,40-46,97 % (Darnoko et al., 2001). Namun kedua limbah tersebut belum di manfaatkan secara maksimal (Safan, 2008), padahal kandungan lignoselulosa kedua limbah tersebut sangat tinggi dan dapat dijadikan sebagai bioethanol.
Proses produksi bioethanol diawali dengan proses hidrolisis. Hal ini bertujuan untuk mengubah polisakarida (pati dan lignoselulosa) menjadi monosakarida (glukosa reduksi). Hidrolisis selulosa secara asam dapat dilakukan menggunkaan asam kuat encer pada temperatur dan tekanan tinggi. Hidrolisis bahan-bahan berlignoselulosa akan menghasilkan senyawa gula sederhana seperti glukosa, xilosa, selebiosa dan arabinosa (Rahmayanti, 2010). Sedangkan lignin dapat dioksidasi oleh larutan alkali dan oksidator lain. Pada suhu tinggi, lignin dapat mengalami perubahan menjadi asam format, metanol, dan asam asetat (Rahmayanti, 2010). Pada tahap kedua dalam produksi ethanol adalah proses fermentasi. Gula reduksi yang dihasilkan dari proses hidrolisi akan diuraikan menjadi etanol oleh ragi Saccharomyces cerevisiae. Setelah itu dilakukan proses destilasi untuk memisahkan ethanol dengan air (Rahmayanti, 2010).  Penggunaan teknik dan subtrat yang berbeda maka akan menghasilkan ethanol yang berbeda. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai uji efektifitas hidrolisis murni (Aquades) dengan hidrolisis asam (H2SO4) pada substrat tandan kosong kelapa sawit dan sekam padi terhadap produksi bioetanol. (A. Zaimul Khaqqi, Sri Widayati, Kiki Maslahatul M. dan Astini, Biologi 2013)
Artikel lebih lanjut dapat dilihat disini


Sabtu, 01 Juli 2017

Program Kreativitas Mahasiswa 2017


"ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo

Kabar gembira terdengar kembali tentang Progrom Keativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang 2017. Sebanyak 5 proposal Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya telah lolos dan didanai oleh DIKTI pada tahun ini yaitu PKM Bidang Masyarakat sebanyak 3 judul proposal, PKM Penelitian 1 judul proposal, dan PKM Karsa Cipta. Tingkat kelolosan PKM UNIPA Surabaya semakin meningkat di banding tahun-tahun kemarin. Hal ini di dukung para mahasiswa yang aktif dan giat menulis serta melihat analisis kondisi lingkungan (anakoling) di sekitar.
Salah satu tim dari kelima PKM yang lolos didanai adalah Muhammad Rifky Fadli dan Tim dengan mengangkat judul proposal pengabdian masyarakat "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Mahasiswa dari program studi Biologi ini menerapkan teknik tanam hidroponik kepada masyarakat perumahan Puri Prima Sari di Desa Ketegan, Tanggulangin, Sidoarjo.
Rumah perumahan harus dibuat sebaik mungkin agar dengan lahan yang terbatas tetap bisa mendapatkan hunian yang maksimal. Maksimal yang dimaksud adalah mendapatkan hunian dengan ruangan yang tidak terlalu sempit dan juga lengkap. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain rumah mungil karena jika tidak, rumah akan terlihat sempit dan tidak nyaman.
Interior rumah mungil dan juga ruangan yang tidak terlalu besar, bisa memaksimalkan jendela sehingga tidak  memerlukan penerangan yang berlebihan di dalam rumah. Namun untuk eksterior rumah seperti taman dan jika ingin bercocok tanam dengan skala besar memang sulit seperti di kawasan perumahan. Tanah yang didapat sangat terbatas sehingga dibutuhkan teknik maupun inovasi apabila ingin bercocok tanam di kawasan sempit seperti ini. Sama halnya dengan masyarakat perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang mempunyai hobi untuk bercocok tanam tapi tidak mempunyai lahan yang cukup untuk mengaplikasikannya sehingga diperlukan teknik yang cocok untuk mengatasi hal tersebut.
Hidroponik sangat tepat diterapkan dikawasan seperti perumahan atau rumah sederhana yang memiliki lahan yang sempit dan juga sebagai aktivitas sampingan bagi warga untuk bercocok tanam dirumah. Hidroponik merupakan teknik  budidaya tanam menanam dengan cara memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah, dan pertumbuhan tanaman pun lebih cepat 50% dari pada media tanah biasa. Hidroponik juga menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Tim PKM-M yang beranggotakan 5 mahasiswa ini yaitu Muhammad Riky Fadli sebagai ketua, Fauziah Laily Amriyanti, Niki Aprianti, dan Andik Setiawan yang bertindak sebagai anggota selain bertujuan mengenalkan teknik hidroponik, mereka juga mempunyai tujuan khusus yaitu memaksimalkan lahan sempit di kawasan perumahan yang notabennya memiliki lahan kurang luas, memilih teknik bercocok tanam yang cocok yaitu teknik hidroponik untuk mengatasi lahan sempit di kawasan perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, memberdayakan para warga perumahan dengan kegiatan positif sekaligus menyalurkan hobi masyarakat tersebut, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan jiwa kewirausahaan para warga melalui hobi yang dapat dijadikan bisnis.
Selain itu, pelatihan ini diharapkan nantinya akan para warga dapat memaksimalkan lahannya yang sempit untuk dijadikan lahan bercocok tanam, masyarakat sasaran dapat memilih teknik yang tepat dan dapat mengembangkan teknik hidroponik tersebut untuk mengatasi lahan yang sempit, dapat menciptakan kegiatan positif melalui pelatihan dan pengembangan jiwa wirausaha serta sebagai menyalurkan hobi masyarakat untuk bercocok tanam, dapat memasarkan hasil tanaman hidroponik tersebut kepada masyarakat luas serta sebagai ajang promosi hasil dari pelatihan dan produk dari warga perumahan itu sendiri, dapat memberdayakan para masyarakat untuk giat akan menanam.




Gambar 1. Suasana sosialisasi Program "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.





Gambar 2. Pelatihan pembibitan tanaman kepada masyarakat sasaran Program "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Pada kegiatan pelatihan ini dilaksanakan kepada para warga perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dengan pengenalan dan pelatihan akan berbeda dengan kegiatan belajar mengajar pada umumnya. Kegiatan pelatihan akan dibuat se enjoy mungkin dengan saling berinteraksi dan bertukar pikiran antar warga dengan tim ahli pelatihan,  fun learning, dan selain dilatih merakit dan tata cara membuat rangka tempat tanam, mereka juga akan diberi motivasi dan akan dijelaskan beberapa keuntungan-keuntungan bercocok tanam dengan menggunakan teknik tanam dengan menggunakan teknik hidroponik tersebut.

   Semoga di tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi proposal-proposal PKM yang didanai oleh DIKTI dan dapat menorehkan prestasi yang baik bagi Universitas tercinta ini. Salam UNIPA, Semangat Pagi … Pagi, Semangat Pagi … Pagi Pagi Pagi Yess … 


Senin, 06 Maret 2017

BIOTIC 2017

BIOTIC 2017 (Kompetisi BIOLOGI)



Hallo semuanya, We are coming back !
Himpunan mahasiswa Biologi Bio_Placenta Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Proudly Present :

BIOTIC 2017 ( Kompetisi BIOLOGI )

Merupakan ajang Kompetisi BIOLOGI Tingkat SMA/sederajat se-JATIM.

Kali ini kami kembali hadir dengan tema :


"Menciptakan Bio Inovasi Ramah lingkungan dalam meningkatkan Bio Entrepreneurship"

PELAKSANAAN :
Hari/tanggal  : Minggu, 30 April 2017
Waktu            :07.00 - selesai
Tempat          : Kampus II UNIPA Surabaya
                        Jl. Dukuh Menanggal XII No. 4 Surabaya

Yuk, persiapkan dirimu dan daftar segera dengan cara :
-- NON ONLINE
Menghubungi CP terlebih dahulu, untuk mengambil formulir pendaftaran dan melakukan pembayaran di Kesekretariatan HIMABIO PLACENTA UNIPA Surabaya (Fakultas MIPA, Kampus II Universitas PGRI Adi Buana Surabaya jln. Dukuh menanggal XII No.4 Surabaya)
-- ONLINE
Unduh form pendaftaran di blog HIMABIO PLACENTA
 Lalu pilih lomba yang diikuti dan isi formulirnya.

BIAYA PENDAFTARAN :
OLIMPIADE : Rp. 120.000,00
LKIR              : RP. 100.000,00

BATAS AKHIR PENDAFTARAN, kami tunggu sampai 23 APRIL 2017

Kami tunggu..
Segeralah daftarkan sekolahmu di BIOTIC 2017. Rebut juga TOTAL HADIAH  Rp. 8 JT, Trophy dan Piagam penghargaan

Dan khusus olimpiade daftar 5 team gratis 1 team lho berlaku juga kelipatannya... 

Download Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Biologi klik disini
Download Petunjuk Pelaksanaan LKIR klik disini
Download Formulir Olimpiade Biologi dan LKIR klik disini
Download Kisi-kisi Olimpiade Biologi klik disini

MORE INFORMATION:
Web : www.himabiologiunipasby.blogspot.com
FB    : BioticPlacenta

CONTACT PERSON :
Fradina Fitri           :081515168485
Faiza Ufuwa          :08574876966
M. Sahal Failasuf   :085749328268


LET'S PREPARE YOUR SELF AND BE A CHAMPION


Rabu, 16 Maret 2016

4th BIOTIC (Biology Creative Competition)

4th BIOTIC (Biology Creative Competition)




Halloo. . .
Buat kamu pelajar SMA/MA/SMK sederajat se-Jawa Timur yang siap berprestasi di ajang Biology Creative Competition (BIOTIC) ke-4.

BIOTIC merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh HIMABIO PLACENTA. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan intelektualitas siswa dan siswi dalam bidang ilmu biologi secara kompetitif dan sportif.

HIMABIO UNIPA Surabaya Proudly Presents Olimpiade Biologi dan Lomba Karya Ilmiah Remaja

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 13 Maret - 25 April 2016.

Mekanisme pendaftaran:
1 tim terdiri dari 2 orang
online : download di www.himabiologiunipasby.blogspot.com
offline : Jl. Dukuh menanggal XII Surabaya (Kampus II) (konfirmasi terlebih dahulu  ke panitia via SMS)

Tanggal pelaksanaan :
Minggu, 01 Mei 2016

Download Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Biologi klik disini
Download Formulir Olimpiade Biologi klik disini

Download Petunjuk Pelaksanaan LKIR klik disini
Download Formulir LKIR klik disini

Dibuka rayon Malang dan Kediri untuk Olimpiade Biologi *)
Bagi kamu yang mendaftar 10 tim sekaligus akan mendapatkan bonus 1 tim gratis pendaftaran

So, what are you waiting for guys?

kepo kita?
kunjungi Blog kami di
www.himabiologiunipasby.blogspot.com

*) Apabila kuota terpenuhi

CP :
Afifah (085732929150)
Nasrul (089680983734)
Fazar (081935005915)

Atau pantau terus sosial media kami di
Facebook : Hima Biologi Unipa Surabaya
Instagram : biologiunipa
Blog : www.himabiologiunipasby.blogspot.com

Email : himabio.placenta@gmail.com



Sabtu, 13 Februari 2016

Akademik

KRS dan Jadwal Semester Genap 2015-2016


Jadwal Pengisian dan Bimbingan KRS Semester Genap 2015-2016

Dapat didownload, klik disini



Jadwal Kuliah Semester Genap 2015-2016

Dapat didownload, klik disini





Kamis, 14 Januari 2016

Program Kreativitas Mahasiswa UNIPA Surabaya 2016

Lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2016


Semangat PAGI !!!. . . .
PAGI !!!. . .
Semangat PAGI !!!. . . 
PAGI, PAGI, PAGI, Yes !!!. . . 

Selamat Sore Guys. . Salam sukses buat kalian semua.. . Info penting buat kalian semua yang selalu punya ide kreatif dan suka corat coret buku alias “menulis” hehehe. .
Gaess. . Ada lomba nih, Lomba Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM GT) tingkat Program Studi.


Mau tau maksud dari lomba ini??. .
Langsung saja nih pernyataan dari kakak ketua pelaksananya Mbak Afifah Bio 2014.

”Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO PLACENTA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA Surabaya) bermaksud menyelenggarakan kegiatan Lomba PKM-GT bagi seluruh mahasiswa biologi, FMIPA, UNIPA Surabaya. Kegiatan lomba PKM-GT tingkat Program Studi Biologi ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan karya tulis mahasiswa dalam bentuk penuangan gagasan atau ide kreatif, Menciptakan budaya membaca dan menulis ilmiah dan Melatih keterampilan mahasiswa dalam membuat karya tulis sebagai persiapan menuju tugas akhir”.

Emmhhh. . gitu tohh. . Trus maksud temanya apa ni mbak?. . .

 Tema dari kegiatan Lomba PKM ini adalah “Kembangkan Kreativitas Menulis untuk Menciptakan Generasi Emas” yang bermakna mengembangkan potensi diri dan kreatifitas mahasiswa dalam memberi atau menawarkan solusi sehingga terciptanya generasi yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan persoalan aktual yang dihadapi masyarakat”.

Nanti dapet bimbingan nggak mbak trus rangkaian acaranya gimana sih?. . .

”Tentunya dapet dong. Sebelum lomba dilaksanakan, nanti ada workshop PKM. Workshop PKM bisa tanya-tanya sama ketua pelaksananya Mas Revian Bio 2014. Pada workshop PKM nantinya dikasih pembekalan atau tutorial pembuatan PKM. Selain itu, ada pembagian dosen pembimbing dan pengarahan oleh dosen pembimbing kalian masing-masing. Bimbingan ini bisa sampai satu bulan sebelum pengumpulan hardcopy. Jadi nanti kalian bakal diajari bagaimana cara membuat PKM yang baik oleh Bapak Ibu Dosen. Setelah itu, juri akan memilih 10 judul terbaik yang akan dilombakan pada Lomba PKM pada tanggal 12 Maret nantinya”.

Trus gmana daftarnya ni mbak?. . .

”Kalian harus punya tim dulu, baru bisa dapet daftar. Daftarnya nanti kalian minta formulir ke kakak-kakak pengurus HIMABIO PLACENTA. Jadi kalian nanti menuliskan nama anggota timnya yang terdiri dari 3-5 mahasiswa dan kalian harus menuliskan judul atau topik atau bidang yang diminati atau ingin yang ingin diangkat sebagai karya PKM. Tujuan penulisan judul atau topik atau bidang ini, biar Bapak dan Ibu Dosen tidak bingung dalam pembagian dosen pembimbing dan biar sejalan atau linier dengan bidang Bapak dan Ibu Dosen kita”.

Trus pedoman penulisan PKM dan penilaiannya gmana mbak?. .

”Pedoman dan penilaian dalam Lomba PKM (baik tulisan atau presentasi) ini, sesuai dengan pedoman PKM Nasional yang telah diterbitkan dan dipublikasikan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau yang biasa disebut DIKTI atau SIMLITABMAS-DIKTI. Edisi pedoman PKM yang terbaru dari DIKTI adalah Pedoman Program Kreativitas Mahasiswa 2015. Kalau masih belum punya bisa klik link di bawah ini”.

Wah seru nih acaranya, Semoga acara ini bisa menumbuhkembangkan karya tulis mahasiswa dan menciptakan budaya membaca dan menulis ilmiah, dan tentunya juga bisa buat persiapan menuju tugas akhir.

Biar semangat, nih ada jargonnya. .
SEMANGAT PKM 2016 !!. . .
SUKSES !!. . .

Tambahan juga dari kakak HIMABIOnya. .
BIOLOGI !!. . .
BISA !!. . .
BIOLOGI !!. . .
JAYA !!. . .

Klik link dibawah ini



Senin, 09 November 2015

10 November

10 November 1945 dengan Bambu Runcing


Mendengar  kata  10 November atau hari pahlawan, sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia, tanggal dimana terjadi peristiwa besar dalam sejarah kemerdekan negara Indonesia. Kota Surabaya sebagai saksi bisu terjadinya sejarah peperangan hebat antara pihak tentara Indonesia dengan tentara sekutu yang di boncengi  NICA (naderlandsch indie civil administratie), Kembalinya Belanda bersama sekutu dilatar belakangi atas terjadinya kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 November 1945, peistiwa peperangan ini merupakan peperangan pertama antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terhebat dalam sejarah revolusi nasional  Indonesia  karna dalam peperangan ini hanya memakai bambu runcing untuk mengusir penjajah dari tanah Indonesia. 



NICA (naderlandsch indie civil administratie) adalah pegawai sipil pemerintah Hindia Belanda yang dipersiapkan untuk  mengambil alih pemerintahan sipil di Indonesia. Kedatangan tentara sekutu yang di bocengi tentara NICA  semakin memanas sejak NICA mempersenjatai kembali tentara KNIL yang baru di lepaskan dari tawanan Jepang  hingga  berujung  terjadinya konflik dan pertempuran diberbagai daerah salah satunya di kota Surabaya. 

Pada tanggal 10 November Inggris memborbardir kota Surabaya  dengan meriam dari darat dan laut. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia berkobar diseluruh kota. Diluar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya dapat di taklukkan dalam tempo tiga hari. Para tokoh masyarakat seperti bung tomo dan dan para tokoh agama terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya yang dalam memepertahankan tanah air mereka hanya dengan bambu runcing, sedangkan pihak sekutu menggunakan meriam-meriam yang luncurkan tak hanya dari darat tapi juga dari laut. 

Hanya bambu runcing, Indonesia mampu mengusir penjajah!, Demikianlah slogan kemerdekaan  yang sering kita dengar. Padahal hanya Bambu  yang terbuat dari bahan baku bambu yang diruncingkan bisa mengusir penjajah aneh bukan . sejarah mengatakan bahwa bambu runcing merupakan senjjata perjuangan yang bersifat massal dan nasional. Penggunaan senjata bambu runcing dengan do’a  dan pengisian tenaga dalam, memeng secara tegas dapat dikatakan, dimulai dari parakan temanggung. Senjata bambu runcing sebagai alat perjuangan, berangkat dari ketiadan dan kekurangan peralatan perang yang tersedia, sementara perjuangan harus dilanjutkan terutama setelah Indonesia merdeka. Musuh Indonesia setelah kemerdekaan semakin banyak dan semakin besar pula kekuatanya. Jepang yang masih bercokol dan Belanda yang ingin menguasai lagi dan sekutu yang akan menjajah menggantikan Jepang dan Belanda, maka keperluan persenjataah yang harus dipersiapkan dan akhirnya bambu rucing dan alat tradisional lain yang menjadi alternatifnya. Murah dan bersifat massal serta kekuatan do’a  yang menjadi faktor utama kekuatan alat-alat tradisional tersebut.

Tahukah kalian dibalik bambu runcing terdapat peran penting seorang tokoh yang munkin jaran sekali kalian kenal di jajaran para revosiner pejuang tanah air.

Baca cerita selengkapnya klik disini

10 November

Kisah Kiai Kebal Senapan di Perang 10 November

Dia tidak mati meski dilempari delapan bom

Dari ribuan kaum santri yang ikut serta dalam perang 10 November 1945 di Surabaya, tak sedikit dari mereka yang memiliki keistimewaan diri. Seperti  KH Amin dari Tunggul, Paciran, Lamongan, yang saat itu sebagai komandan Hizbullah dalam peristiwa 10 November. 

Kiprahnya cukup legendaris sampai sekarang. Bahkan saat itu ada stasiun radio yang menyiarkan bahwa KH Amin adalah seorang yang tidak mempan senjata maupun peluru saat bertempur di Surabaya.

Bahkan, dia juga dikabarkan tidak mati, meski dilempari bom delapan kali. Siaran inilah yang membuat kepulangan KH Amin ke Tunggul disambut oleh 3000-an orang untuk meminta ijazah ‘kekebalan’ darinya. Kondisi ini tentu saja membuatnya marah.
“Beliau mengatakan tidak mati karena bomnya meleset," kenang Hazim, anak sulung KH Amin.




Dalam konsolidasi perang 10 November, KH Amin termasuk pelopor mewakili daerah bagian Utara Jawa Timur. Meski saat itu teknologi belum maju, tetapi KH Amin menjalin komunikasi yang baik dengan para Kiai di Jombang, Solo, dan Yogyakarta.

Sehingga saat mendengar Inggris akan mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dengan 'misi' mengembalikan Indonesia kepada Belanda, maka KH Amin menggelar rapat bersama para Kiai di wilayahnya. Menurut penuturan Kiai Hazim, pertemuan itu dilakukan di daerah Blimbing, Paciran. Bersama dengan Kiai Ridlwan Syarqowi (pendiri Pondok Modern Muhammadiyah Paciran), Kiai Hazim menjadi saksi pertemuan yang melibatkan KH Adnan Noer, KH Anshory (ayahanda mantan Ketua PDM Lamongan, KH Afnan Anshory), dan KH Sa'dullah.


"Namun, saat itu saya masih kecil," tutur pria yang saat diwawancara masih dipercaya sebagai penasehat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro.

Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan pengiriman anggota laskar ke Surabaya untuk menghadang 6000 pasukan Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Tidak ketinggalan, KH Amin juga berangkat ke Surabaya, termasuk mengusahakan pendanaannya untuk berangkat. "Untuk pendanaan, beliau menyerahkan 100 gram emas yang terdiri dari kalung, gelang, dan cincin," ungkap Kiai Hazim yang saat itu melihat langsung.

Namun seperti para Kiai pada umumnya, setelah revolusi fisik mereka tidak melanjutkan karier militernya secara maksimal. KH Amin hanya sebentar masuk militer, meski sempat mengalami perubahan nama dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia merasa lebih cocok menjadi pengasuh pondok, sehingga mengundurkan diri dari tentara. "Beliau mundur dari TNI ketika berpangkat mayor," ujar Hazim.

Ribuan anggota lain menempuh jalan seperti yang diambil KH Amin, yaitu menanggalkan atribut militer dan kembali ke pesantren. Sebuah langkah sama yang diambil oleh KH Munasir Ali, KH Yusuf Hasyim, dan KH Baidowi. Sebagian besar bahkan memilih untuk menyingkir dari arena politik sama sekali, sehingga sejarah akhirnya menenggelamkan kiprah mereka yang sebenarnya luar biasa.

Baca cerita selengkapnya klik disini


10 November

Bung Tomo, Arek Suroboyo yang Heroik


10 Nopember adalah tanggal keramat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Surabaya dalam kaitannya dengan sejarah perjuangan kemerdekaan NKRI. Di tanggal itu terjadi pertempuran dahsyat antara tentara Sekutu dan NICA dengan arek-arek Suroboyo yang memakan korban dalam jumlah yang sangat besar di kedua belah pihak. Pertempuran 10 Nopember 1945 Insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Orange yang berlokasi di jalan Tunjungan Surabaya  menyulut bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan para pejuang di Surabaya, yang memuncak dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945.




Terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, membuat penggantinya, Mayor Jenderal Mansergh mengeluarkan ultimatum bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan  meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945. Ultimatum tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pejuang. Berbekal bambu runcing, arek-arek Suroboyo memilih berjuang hingga titik darah penghabisan. Sekutu pun menepati ultimatumnya. Pada 10 November 1945 pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, sejumlah tank dan  kapal perang. 

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom dari udara oleh pasukan Barat, karena mereka menolak menyerahkan senjata. Arek-arek Suroboyo ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Dua kuintal bom dijatuhkan pasukan Sekutu. Drum bensin meledak. Jam 6.10, Surabaya menjadi lautan api. Tentara Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak. 

Namun di luar dugaan, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Pemandangan tanggal 30 November 1945, sepanjang mata memandang, bergelimpangan mayat terbujur kaku, hangus, serpihan daging dari 30.000 orang. Para pejuang rela berkorban nyawa berjibaku mempertahankan kehormatan tanah airnya, Surabaya. Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. 

Di balik pertempuran dahsyat yang terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945, ada sebuah nama yang mempunyai andil besar dalam memompa semangat, keberanian, dan rasa cinta tanah air khususnya kepada arek-arek Suroboyo. Dialah Sutomo atau biasa disebut Bung Tomo.

Baca cerita selengkapnya klik disini



Minggu, 08 November 2015

10 November

Mau Wisata ke Surabaya? Tugu Pahlawan dan Museum 10 November Dulu!


Bagi para penelusur yang belum pernah mengunjungi Tugu Pahlawan di Surabaya, Ayooo kita kunjungi Tugu Pahlawan ini agar kita bisa mengenal pahlawan-pahlawan di Surabaya. Tugu Pahlawan terletak di pusat kota Surabaya di Jl Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Berdiri megah diatas lahan seluas 1,3 hektar.

Para Penelusur tau ga kenapa tugu ini dibangun? usut punya usut ternyata untuk menghormati parjurit Surabaya yang tewas selama pertempuran besar melawan tentara sekutu yang dilumpuhkan oleh NICA dan yang ingin menduduki Surabaya pada 10 November 1945. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 41,15 meter atau 45 yard dan dengan diameter 3,1 meter yang semakin ke atas diameter semakin kecil, cukup unik juga kan?. Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran “Trisula” bergambar,’ “Cakra”, ‘”Stamba” dan’ “Padma” sebagai simbol api perjuangan. Dan di salah satu sisi Tugu Pahlawan ini juga terdapat patung mantan presiden Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta ketika sedang membaca proklamasi kemerdekaan diantara pilar-pilar tinggi yang menyerupai reruntuhan suatu bangunan, bentuk unik dari pilar ini menjadi tempat favorit untuk berfoto. Pada pilar-pilar juga terdapat tulisan-tulisan pembangkit semangat kemerdekaan yang menyerupai coretan-coretan.




Para Penelusur tau ga? selain Tugu Pahlawan, kita juga menikmati wisata lain lho, yaitu Museum 10 November. Bagaimana keindahan Museum 10 November?
Baca cerita selengkapnya klik disini