Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Jumat, 08 September 2017

First Day of PKKMB PGRI Adi Buana Surabaya Univercity 2017th



 

            Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau yang sering kita sebut PKKMB tahun ajaran 2017/2018 telah dimulai pada hari ini (07/08). Acara ini bertempat di Glora Hastabrata yang diikuti sekitar 1700 mahasiswa dari berbagai daerah, dan dihadiri oleh para petinggi serta para dekan dan staff Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA SURABAYA).
            Seluruh rangkaian kegiatan PKKMB dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Drs. Djoko Adi Waluyo, S.T., M.M., DBA., selaku Rektor UNIPA SURABAYA. Dalam sambutannya, Drs. Djoko mengucapkan selamat dating kepada seluruh mahasiswa baru dan menegaskan bahwa UNIPA SURABAYA merupakan pilihan yang tepat untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi diri serta membangun karakter yang baik.
            Pada hari pertama PKKMB, Kamis, 7 September, para mahasiswa baru mendengarkan informasi serta pengenalan para Dekan dan Dosen dari masing-masing program studi. Materi yang diberikan bertujuan sebagai pengenalan mahasiswa baru agar dapat menanamkan rasa memiliki dan peduli terhadap lingkungan kampus sekaligus mengenalkan kegiatan-kegiatan perkuliahan, hal ini sangat berguna untuk mahasiswa baru agar dapat lebih maju baik dalam bidang akademik dan non akademik.
            Setelah mendengarkan materi di Glora Hastabrata Mahasiswa baru dipersilahkan untuk istirahat yang selanjutnya akan diarahkan menuju ruangan per Fakultas untuk pengenalan para Dekan dan Wakil Dekan serta Dosen dari masing-masing program studi. PKKMB pada hari pertama ini diakhiri dengan pengenalan dari masing-masing organisasi di masing-masing Fakultas dan Program Studi yakni Senat Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa.
Punya cerita unik dan menarik tentang PKKMB hari pertama, yuk comment dibawah ini!

Selasa, 22 Agustus 2017

Logo display picture akun resmi Himabio Placenta
Bio Placenta " BERAKSI" BERSAMA, AKTIF, BERKREASI.

Jumat, 18 Agustus 2017

Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa



UJI EFEKTIFITAS HIDROLISIS MURNI (AQUADES) DENGAN HIDROLISIS ASAM (H2SO4) PADA  SUBSTRAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN SEKAM PADI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL

 


Minyak bumi merupakan salah satu kebutuhan penting dalam sektor industri, transportasi maupun rumah tangga. Saat ini, kebutuhan minyak bumi nasional lebih dari 1,2 juta barel per hari (Esdm.Go.id, 2012). Pemerintah menyatakan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya bertahan sampai 10 tahun lagi (Daniel, 2012). Oleh karena itu, Pemerintah mentargetkan pada tahun 2025 kebutuhan energi nasional akan disediakan oleh energi baru dan terbarukan sebanyak 17%, sedangkan sisanya masih tergantung pada minyak 20%, gas 30% dan batubara 33% (Perpres No. 5/2006).

Bentuk energi baru dan terbarukan yang saat ini telah diaplikasikan adalah bioethanol. Bioethanol dapat diperoleh dari beberapa komoditas pertanian yang mengandung karbohidrat seperti gula sederhana, pati dan lignoselulosa (seperti rumput, kayu pohon atau jerami) (Kadam et al., 2000). Pada umumnya pembuatan bioethanol yang telah diaplikasikan berbahan dasar pati singkong (Budiyanto et al., 2005). Akan tetapi, penggunaan singkong sebagai bahan baku pembuatan bioethanol memiliki permasalahan, yaitu berdaya saing dengan pangan karena singkong dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. Selain itu, penanaman singkong secara besar-besaran pada lahan produktif mengakibatkan penurunan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan alternatif penganti singkong dalam produksi bioethanol.
Produksi bioethanol dapat dihasikan dari limbah pertanian maupun limbah perkebunan. Sekam padi merupakan limbah pertanian yang ketersediaan cukup produktif. Sekam padi selama ini belum dimanfaatkan sebagai produksi bahan bakar. Sekam padi terbukti mengandung lignin 17-20%, alfa-selulosa 43-44%, pentose 27%, hemiselulosa 34 %, abu 0,7-4,0 %, dan silica 0,2 % (Somaatmadja, 1980). Pada komoditas lain juga diketahui tandan kosong kelapa sawit  merupakan limbah perkebunan yang melimpah yaitu sekitar 6,75 ton/ha tiap tahun (Somaatmadja, 1980). Tandan kosong mengandung kadar air 32,40-11,35 %, protein kasar 1,70-7,26 %, lemak 0,38-29,04 %, ekstrak nitrogen bebas 24,70-38,79 %, serat 31,37-49,92 %, pentose 16,94 -21,95 %, selulosa 34,34-43,80 %,  dan lignin 21,40-46,97 % (Darnoko et al., 2001). Namun kedua limbah tersebut belum di manfaatkan secara maksimal (Safan, 2008), padahal kandungan lignoselulosa kedua limbah tersebut sangat tinggi dan dapat dijadikan sebagai bioethanol.
Proses produksi bioethanol diawali dengan proses hidrolisis. Hal ini bertujuan untuk mengubah polisakarida (pati dan lignoselulosa) menjadi monosakarida (glukosa reduksi). Hidrolisis selulosa secara asam dapat dilakukan menggunkaan asam kuat encer pada temperatur dan tekanan tinggi. Hidrolisis bahan-bahan berlignoselulosa akan menghasilkan senyawa gula sederhana seperti glukosa, xilosa, selebiosa dan arabinosa (Rahmayanti, 2010). Sedangkan lignin dapat dioksidasi oleh larutan alkali dan oksidator lain. Pada suhu tinggi, lignin dapat mengalami perubahan menjadi asam format, metanol, dan asam asetat (Rahmayanti, 2010). Pada tahap kedua dalam produksi ethanol adalah proses fermentasi. Gula reduksi yang dihasilkan dari proses hidrolisi akan diuraikan menjadi etanol oleh ragi Saccharomyces cerevisiae. Setelah itu dilakukan proses destilasi untuk memisahkan ethanol dengan air (Rahmayanti, 2010).  Penggunaan teknik dan subtrat yang berbeda maka akan menghasilkan ethanol yang berbeda. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai uji efektifitas hidrolisis murni (Aquades) dengan hidrolisis asam (H2SO4) pada substrat tandan kosong kelapa sawit dan sekam padi terhadap produksi bioetanol. (A. Zaimul Khaqqi, Sri Widayati, Kiki Maslahatul M. dan Astini, Biologi 2013)
Artikel lebih lanjut dapat dilihat disini


Sabtu, 01 Juli 2017

Program Kreativitas Mahasiswa 2017


"ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo

Kabar gembira terdengar kembali tentang Progrom Keativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang 2017. Sebanyak 5 proposal Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya telah lolos dan didanai oleh DIKTI pada tahun ini yaitu PKM Bidang Masyarakat sebanyak 3 judul proposal, PKM Penelitian 1 judul proposal, dan PKM Karsa Cipta. Tingkat kelolosan PKM UNIPA Surabaya semakin meningkat di banding tahun-tahun kemarin. Hal ini di dukung para mahasiswa yang aktif dan giat menulis serta melihat analisis kondisi lingkungan (anakoling) di sekitar.
Salah satu tim dari kelima PKM yang lolos didanai adalah Muhammad Rifky Fadli dan Tim dengan mengangkat judul proposal pengabdian masyarakat "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Mahasiswa dari program studi Biologi ini menerapkan teknik tanam hidroponik kepada masyarakat perumahan Puri Prima Sari di Desa Ketegan, Tanggulangin, Sidoarjo.
Rumah perumahan harus dibuat sebaik mungkin agar dengan lahan yang terbatas tetap bisa mendapatkan hunian yang maksimal. Maksimal yang dimaksud adalah mendapatkan hunian dengan ruangan yang tidak terlalu sempit dan juga lengkap. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain rumah mungil karena jika tidak, rumah akan terlihat sempit dan tidak nyaman.
Interior rumah mungil dan juga ruangan yang tidak terlalu besar, bisa memaksimalkan jendela sehingga tidak  memerlukan penerangan yang berlebihan di dalam rumah. Namun untuk eksterior rumah seperti taman dan jika ingin bercocok tanam dengan skala besar memang sulit seperti di kawasan perumahan. Tanah yang didapat sangat terbatas sehingga dibutuhkan teknik maupun inovasi apabila ingin bercocok tanam di kawasan sempit seperti ini. Sama halnya dengan masyarakat perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang mempunyai hobi untuk bercocok tanam tapi tidak mempunyai lahan yang cukup untuk mengaplikasikannya sehingga diperlukan teknik yang cocok untuk mengatasi hal tersebut.
Hidroponik sangat tepat diterapkan dikawasan seperti perumahan atau rumah sederhana yang memiliki lahan yang sempit dan juga sebagai aktivitas sampingan bagi warga untuk bercocok tanam dirumah. Hidroponik merupakan teknik  budidaya tanam menanam dengan cara memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah, dan pertumbuhan tanaman pun lebih cepat 50% dari pada media tanah biasa. Hidroponik juga menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Tim PKM-M yang beranggotakan 5 mahasiswa ini yaitu Muhammad Riky Fadli sebagai ketua, Fauziah Laily Amriyanti, Niki Aprianti, dan Andik Setiawan yang bertindak sebagai anggota selain bertujuan mengenalkan teknik hidroponik, mereka juga mempunyai tujuan khusus yaitu memaksimalkan lahan sempit di kawasan perumahan yang notabennya memiliki lahan kurang luas, memilih teknik bercocok tanam yang cocok yaitu teknik hidroponik untuk mengatasi lahan sempit di kawasan perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, memberdayakan para warga perumahan dengan kegiatan positif sekaligus menyalurkan hobi masyarakat tersebut, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan jiwa kewirausahaan para warga melalui hobi yang dapat dijadikan bisnis.
Selain itu, pelatihan ini diharapkan nantinya akan para warga dapat memaksimalkan lahannya yang sempit untuk dijadikan lahan bercocok tanam, masyarakat sasaran dapat memilih teknik yang tepat dan dapat mengembangkan teknik hidroponik tersebut untuk mengatasi lahan yang sempit, dapat menciptakan kegiatan positif melalui pelatihan dan pengembangan jiwa wirausaha serta sebagai menyalurkan hobi masyarakat untuk bercocok tanam, dapat memasarkan hasil tanaman hidroponik tersebut kepada masyarakat luas serta sebagai ajang promosi hasil dari pelatihan dan produk dari warga perumahan itu sendiri, dapat memberdayakan para masyarakat untuk giat akan menanam.




Gambar 1. Suasana sosialisasi Program "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.





Gambar 2. Pelatihan pembibitan tanaman kepada masyarakat sasaran Program "ATM: Ayo Tandur Modern" Pelatihan Teknik Tanam Hidroponik Sebagai Maksimalisasi Lahan Sempit Di Kawasan Perumahan Puri Prima Sari Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Pada kegiatan pelatihan ini dilaksanakan kepada para warga perumahan Puri Primasari, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dengan pengenalan dan pelatihan akan berbeda dengan kegiatan belajar mengajar pada umumnya. Kegiatan pelatihan akan dibuat se enjoy mungkin dengan saling berinteraksi dan bertukar pikiran antar warga dengan tim ahli pelatihan,  fun learning, dan selain dilatih merakit dan tata cara membuat rangka tempat tanam, mereka juga akan diberi motivasi dan akan dijelaskan beberapa keuntungan-keuntungan bercocok tanam dengan menggunakan teknik tanam dengan menggunakan teknik hidroponik tersebut.

   Semoga di tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi proposal-proposal PKM yang didanai oleh DIKTI dan dapat menorehkan prestasi yang baik bagi Universitas tercinta ini. Salam UNIPA, Semangat Pagi … Pagi, Semangat Pagi … Pagi Pagi Pagi Yess …