Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Rabu, 22 Juli 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri tahun 2015 / 1436 H

Halal bi Halal

Pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa biologi angkatan 2011, 2012, 2013, 2014 dan kakak alumni biologi UNIPA Surabaya yang tidak berhalangan untuk datang ke kampus 2 UNIPA Surabaya (Menanggal) pada hari kamis 23 juli 2015 dalam rangka acara halal bi halal atau silaturrahmi keluarga besar prodi biologi. .
Acara ini juga bebarengan dengan Halal bi Halal keluarga besar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. . . Baca selengkapnya klik disini

Selamat Hari Raya Idul Fitri Tahun 2015 / 1436 H
Minal'aidzin wal faidzin
:) Mohon Maaf Lahir dan Batin :)

Selasa, 21 Juli 2015

Apresiasi Bapak Kaprodi

Selamat dan Sukses

Eh guyss. . Blog kita dapet apresiasi dari Kaprodi kita lho, .
Terima kasih Bapak Arif Yachya, S.Si., M.Si, atas apresiasinya, semoga blog ini menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam hal ketrampilan menulis dan IT. . Aminnn. .
info selengkapnya bisa dilihat disini

Senin, 20 Juli 2015

Sistem Informasi Akademik UNIPA Surabaya

Langkah-langkah Membuka Kartu Hasil Studi 

Hai Guyysss. . Gmana? Udah pada lebaran kemana aja nich? Atau yang lagi mudik jauuhhh bangeettt, Hati-hati yahhh? Iya kamu. . hehehe :). . Kasian banget yang nggak mudik, betah banget dirumah, Iya kamu, yang lagi nyemilin kue lebaran sambil nungguin tamu yang nggak kunjung datang hehehe. . :). . Buat lo mahasiswa biologi dimanapun berada, lo liat nilai KHS kalian. . tapi hati-hati jangan galau yaa waktu ngeliatnya. . Sorry bukannya gw pamer, ini sebagian kecil cuplikan dari Borang Akreditasi Prodi kita, Semoga  Akreditasi Prodi kita mendapatkan nilai yang baik. .  Aminnn. . Nich caranya klik disini

Rabu, 15 Juli 2015

"Akuaponik sebagai Jawaban Kemandirian Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya"

"Akuaponik sebagai Jawaban Kemandirian Pertanian dan Perikanan Kota Surabaya"

 



Pada tahun 2011 menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil jumlah penduduk Kota Surabaya sebesar 2.929.528 jiwa (Redaksi Surabaya Pagi, 2011). Laju pertumbuhan penduduk yang cepat harus diiringi dengan pemenuhan kebutuhan lapangan kerja, pangan dan tempat tinggal yang cukup dan layak. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) luas Kota Surabaya sebesar 326.360 km2 dimana 1.634 ha berupa lahan pertanian yang 60 persennya telah dikuasai pengembang perumahan (Dinas Pertanian Kota Surabaya, 2012). Diperkirakan dalam 24 tahun ke depan lahan pertanian di Surabaya akan habis dan beralih fungsi (Arifin, 2012). 

 
Alih fungsi lahan pertanian menjadi pertokoan dan perumahan disebabkan adanya tuntutan perluasan kota, pemenuhan tempat tinggal dan sulitnya para petani mencari air yang sesuai untuk bercocok tanam (Redaksi Surabaya Kita, 2011). Hal ini memicu para petani di daerah perkotaan beralih ke jenis usaha lainnya, sehingga menyebabkan penurunan produk pertanian daerah. Ditinggalkannya usaha pertanian tersebut telah dibuktikan dari hasil survei BPS yang menunjukkan  jumlah rumah tangga usaha pertanian di Jawa Timur (Jatim) sampai Mei 2013 berkurang 2,11 persen (Panca, 2013). Selama ini, belum ada solusi nyata untuk mempertahankan atau meningkatkan usaha pertanian di Kota Surabaya. Sistem pertanian yang memungkinkan untuk diaplikasikan di daerah perkotaan dengan lahan yang sempit adalah hidroponik. Media yang digunakan pada sistem hidroponik berupa air yang mengandung nutrisi bagi tanaman (Lingga, 1984). Kelebihan sistem hidroponik dapat dilakukan di lahan sempit, misalnya teras rumah atau ruangan kosong di dalam rumah. Sedangkan kekurangannya berupa mahalnya larutan nutrisi, sehingga membuat para petani kurang tertarik melakukannya.

Diagram Akuaponik


Berdasarkan permasalahan diatas, solusi yang dapat ditawarkan berupa penerapan sistem akuaponik, yaitu gabungan dari sistem hidroponik dan akuakultur yang saling bersimbiotik (Rakocy et al., 2006., Diver, 2006). Pertanian menggunakan sistem akuaponik dapat dilakukan di lahan sempit, tanaman tidak perlu disiram dan dipupuk,  air kolam tidak perlu diganti, ramah lingkungan dan bisa dilakukan oleh semua kalangan masyarakat. Sebagian besar tanaman hortikultura dapat tumbuh dengan baik pada sistem akuaponik (Diver, 2006). 

Sistem akuaponik menghasilkan dua produk, yaitu produk pertanian dan perikanan. Berdasarkan kelebihannya tersebut maka sistem akuaponik layak menjadi solusi punahnya lahan pertanian di perkotaan. Selain itu, sistem akuaponik juga dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat dijadikan penghasilan tambahan para ibu rumah tangga, karena sifat dari akuaponik yang sederhana, praktis dan mudah dilakukan oleh semua kalangan tanpa memerlukan keahlian khusus. Bila ditinjau dari segi lingkungan, penerapan sistem akuaponik akan membuat daerah pemukiman perkotaan menjadi lebih hijau dan sejuk. Berdasarkan beberapa kelebihan inilah yang membuat sistem akuaponik layak diaplikasikan menjadi sistem pertanian dan perikanan di Kota Surabaya. (Ach. Zaimul Khaqqi_PKM-GT 2013)